Hahaha antara geli mau ketawa sama miris karena gw merasa statement gw di awal itu serasa jadi pernyataan yang bodoh. Tapi setelah dipikir2 lagi.. gak bodoh juga sih.. kembali ke inti, it's all about preferences! it's all about needs! susan cain bilang intro dan ekstro memang punya kebutuhan yang beda. Satu butuh interaksi berlebih dan yang satu kewalahan dengan interaksi berlebih. Jadi gak masalah kalo para ekstrovertinian (halaaah apaan sih? kok jd lebih mirip fans klub sepak bola!?) menikmati akhir pekannya dengan bermacet2 ria di jalan (secara gak langsung juga turut berkontribusi menimbulkan kemacetan dan menyesakkan jalanan yang memang sudah sesak, haha) demi berkumpul bersama teman-teman (yang katanya) selain teman kantor (uhuk), dan kami para introvertinian kalem-kalem aja menikmati akhir pekan dengan duduk manis di sofa atau leyeh-leyeh cantik di kasur sambil nonton acara favorit di TV ditemani segelas susu/kopi hangat dan cemilan di rumah. Gak masalah.. sekali lagi GAK MASALAH :)
Mungkin banyak di luaran sana yang masih bingung kenapa kebutuhan antara introvert dan ekstrovert berbeda? Naaaah.... kalo menjelaskan poin yang ini sih yaaa panjang yaa.. bisa dua hari dua malem, dan postingannya nanti bisa berchapter2 O.O saran gw sih mending baca aja bukunya Susan Cain yang judulnya "Quiet: The Power of Introvert in a World That Can't Stop Talking" di situ jelas bgt kok mulai dari asal-usul intro-ekstro, kenapa bisa berbeda, tips parenting, tips dalam bekerja, tips menjalin hubungan dan pernikahan, dan lain-lain yang masih banyak lagi. Kalo gak sanggup baca versi aslinya mending baca terjemahannya (walopun menurut gw sama aja membingungkannya haha) judul bahasa indonesianya --> "Quiet: Daya Introvert di dalam Dunia yang Tidak Bisa Berhenti Bicara" walopun pasti agak bikin puyeng terutama bagi pembaca yang gak suka dunia psikologi, tapi isinya memang bagus banget ^^. Selain dari buku susan cain, rasa penasaran soal intro-ekstro juga bisa diketahui lewat Mr. Google nan baik hati (haha) by googling. Beberapa situs yang membantu antara lain: 16personalities.com (recommended bgt!!), terus psychologytoday.com, introvertdear.com, kalo mau buka forumnya bisa juga liat di kaskus atau personality cafe :) komplit deh pokoknya... lumayan buat nambah2 pengetahuan kan... :)
Oh iya, satu yang gw inget dari bukunya susan cain itu soal perbandingan jumlah introvert dan ekstrovert di dunia. Di mana dijelasin kalo jumlah introvert itu bahkan gak ada setengahnya dari total penduduk dunia. Kecil banget kan???? cuma sekitar 25% penduduk dunia. Jadi, kalo ada 100 org di dunia, maka yg intro cuma sekitar 25 org dan sisanya yang 75 org ekstrovert. Tapi amazingnya.... walopun jumlahnya sedikit ada fakta menarik nih...
- Walopun minoritas, introvert termasuk mayoritas dalam kalangan manusia yang berbakat. Ataaaauuuu.... dengan kata lain kalo dari 100 org ada 50 org yg berbakat, maka bisa jadi 50 org tersebut semuanya introvert, yaa atau seenggaknya 40 dari 50 org tersebut. Kewwwreeen kaaaaan??? Masih perlu bukti? Penulis sekelas J.K Rowling, Ilmuwan sekelas Albert Einstein, Pelukis seterkenal Pablo Picasso sampe Aktris setenar Emma Watson? Semuanya introvert cyiiinnn.... ^^
- Susan cain juga bilang, walopun minoritas dan terkesan sebagai makhluk yang antara ada dan tiada (haha), setiap orang di dunia (yang bukan introvert) pasti akan berhubungan dengan orang introvert minimal satu orang dalam hidupnya. Maksudnya walopun kalian yang baca thread ini bukan introvert, tetapi kalian pasti punya ibu/guru/bapak/kakak/adik/teman/sahabat/pacar/gebetan/selingkuhan/simpenan/rekan kerja/dokter/dosen/atau bahkan anak yang introvert. Percaya gak? hehehe buktikan aja kalo masih ragu... soook... fakta ini juga sekaligus membuka mata kita kalo orang yang ekstrovert bukan tidak mungkin punya keturunan yang introvert, begitupun sebaliknya, gw yang notabene introvert gini juga punya kesempatan yang terbuka buat punya anak yang ekstrovert. Kenapa begitu? Karena intro-ekstro itu bukan perkara gen atau DNA, tapi orientasi kepribadian yang memang karunia dari Yang Maha Kuasa.. lol
Solusinya??? Nah... kali ini susan cain yang baik hati juga berbaik hati kasih solusi. Masih dikutip dari sumber yang sama, Quiet, introvert bisa buat list yang berisi batasan kapan harus sosialisasi dan kapan harus stop sosialisasi. Kita para introvertinian bisa bikin daftar kira-kira dalam berapa kali sebulan sih kita harus menghabiskan akhir pekan dengan temen-temen, 1 kali?, 2 kali kah?, atau 3 kali? semua tergantung individu masing-masing.. Sebut aja, misal sebulan kan ada 4 minggu, nah akhir pekan minggu pertama dan minggu ketiga dipake buat jalan-jalan sama temen terdekat, 2 minggu sisanya dipake buat nonton dvd di rumah sambil ngemil popcorn (misalnya) untuk cemilan bisa variatif kok.. mau pake ubi rebus atau combro juga gak masalah (hhahaha).
Begitupun para teman-teman ekstrovertku tercinta, kalian bisa bebas mengisi akhir pekan kalian dengan kegiatan "gila-gilaan" yang menyenangkan seperti dateng ke pesta, hangout makan-makan di resto, ngopi-ngopi cantik di kedai kopi yang harga kopinya secangkir 50rb itu (hahaha), karokean, ke bioskop, atau sekadar menuh-menuhin jalan raya yang macet, terserah.. intinya karena kebutuhan mereka memang seperti itu jadi gak ada salahnya, sah-sah aja.. yang penting mereka harus tetap inget bahwa temennya yang "lebih seneng di rumah" itu juga punya kebutuhan tersendiri. Yaaa pokoknya yang dibutuhin cuma pengertian satu sama lain lah.. :)
Terakhir, ada nasihat bagus nih dari susan cain, "Habiskan waktu senggang anda dengan cara yang anda sukai, bukan dengan cara yang anda rasa harus. Cepat pulang setelah kerja dan bersantailah di sofa anda,"
To be continued..... (kalo ada inspirasi lagi) hehe
Ciao! ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar