Kalo bicara soal sepakbola dewasa ini (ciee) tidak lagi identik hanya dengan kaum lelaki, perempuan pun gak kalah getol ngikutin pertandingan2nya dan gak kalah kenceng juga kalo suruh teriak2 yel-yel tim kebanggaan :p hehe. Termasuk saya nihh.. penggemar sepak bola sejati (baca: Real Madrid -red) Sejak 3 tahunan belakangan, gue jadi penggemar berat si kulit bundar, termasuk segala pertandingan2nya baik tingkat nasional, sampe Internasional. salah satu klub favorit gue adalah Real Madrid Club de Futbol :) :) :) lainnya sih, Manchester City FC, Arsenal, Persija juga lhooo :) (Baca Postinganku ttg Bepe -red) bagi gue bola memberikan sensasi tersendiri, selain krn bentuknya bulet (apa coba?!) tapi karena pemain2nya yg aduhai ganteng banget dan gaya bermainnya yg unik2, apa lagi kalo udah ada yg namanya GOAL!! wuh, lupa daratan deh. bytheway, sebenernya kali ini gue gak mau terlalu berpanjang lebar soal hobi gue ttg bola, tapi lebih ke tim sepakbola negara favorit gue (selain "Garuda di Dadaku" yeee) gue sebenernya bukan tipikal org yg freak bgt sama tim sepakbola suatu negara, mungkin krn Indonesia tak lagi berjaya, gue jd punya NIL deh (Baca: Negara Idaman Lain -red) HAHA. Setahun belakangan ini gue suka sama Timnas sepakbola Portugal .. itu lhooo A Selecção das Quinas!! Entah karena sebagian punggawanya itu dari Real Madrid atau kenapa gitu, yg jelas timnas Portugal membuat gue tertarik banget, karena:
Pertama, Portugal bukanlah timnas yg buruk, walaupun sebagian pemain2nya (terutama yg sekarang) berasal dari produk dalem negeri, alias jarang yg berkarier di luar Liga Portugal.
Kedua, Portugal punya banyak talenta berbakat, hanya saja kurang pengalaman dibandingkan pemain2 asal negara lain yg berkarier di luar liga domestiknya.
Ketiga Portugal juga punya legenda2 sepakbola yg world class gitu, sebut saja Luis Figo, Nuno Gomez, Pauleta, dan si Mega bintang yg gue yakini bakal jadi legenda juga Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro :D hihihihi
dan sebenarnya masih banyak alasan lain yg tak bisa terungkapkan kenapa gue suka Timnas Portugal (Sorry loh Garuda-kuuu, kamu tetap dihatiku juga, sueer tekewer-kewer deh!).
Tapiiiii, perjalanan timnas Portugal sendiri tidak selalu berjalan mulus, walaupun sebenarnya masuk tim unggulan eropa, kenapa demikiaaaan??????
Soalnya, FYI, dari zaman dulu sampe sekarang timnas portugal belum pernah sekali PUN, naik podium juara alias angkat trophy! Padahallll.... timnas portugal punya segudang pemain2 terbaik. Itu juga yg menarik minat gue buat mendalami timnas ini.. Baru-baru ini, tepatnya sih disaat gw nulis postingan ini (12-09-2012) Portugal masuk di ranking 4 besar FIFA! cek --> http://en.wikipedia.org/wiki/FIFA_World_Rankings. Nyaris sulit dipercaya, tim sekuat Portugal belum pernah sekali PUN jadi kampiun di suatu kejuaraan sepak bola. mungkin prestasi terbaik portugal 10 tahun terakhir adalah jadi Runner-Up UEFA Euro Cup 2004 di negaranya sendiri, Lisbon, Portugal.dan sampai UEFA Euro 2012 kemarin Portugal cuma bisa jadi Semi-Finalist setelah kalah adu penalty lawan si banteng Matador (Baca: Spanyol -red). Padahal itu kesempatan besar Cristiano Ronaldo, cs buat ngebuktiin kalo Portugal itu sejajar dgn Spanyol, Jerman, bahkan Inggris! Yg lebih memprihatinkan lagi, dari jajaran timnas2 unggulan eropa macam: Spanyol (Euro 2008, 2012 ; World cup 2010), Jerman (World cup 1954, 1974, 1990 ; Euro 1972, 1980, 1996) Inggris (World cup 1966), Perancis (World cup 1998 ; Euro 1984, 2000) bahkan timnas underdog macam Yunani (Euro 2004) hanya timnas Portugal yg belum merasakan gelar2 bergengsi apapun!, sedih.. ya memang.. Apalagi jika kembali dibandingkan dengan timnas2 besar dunia lainnya macam Argentina (World cup 1978, 1986) atau Brazil (World cup 1958, 1962, 1970, 1994, 2002) Wah wah wah, pasti pada geregetan fans2 Portugal, melihat timnasnya kok tak kunjung memperoleh satu gelar pun.
Saya sendiri yakin, Portugal bukan tidak pernah naik podium juara, tapi BELUM pernah menaiki podium juara, artinya masih terbuka kemungkinan lebarrrr sekali, selebar jembatan suramadu atau selebar jidat saya mungkin, bahwa suatu saat entah Cristiano Ronaldo (yg saat ini jadi captain) atau pemain lain yg pada saat nantinya jadi captain akan mengangkat si trophy kebangaan masyarakat Portugal, apalagi semakin kesini kayaknya permainan Portugal semakin membaik, padu dan kompak! Semoga yaa suatu saat si Peringkat 4 FIFA bisa naik Podium juara dan disambut ramai riuh pendukung A
Selecção se-antero dunia! :) :) :)
"... `As armas! `As armas!
Sobre a terra e sobre o mar!
`As armas! `As armas!
Pela Pa'tria lutar!
Contra os canho~es marchar, marchar!" (A Portuguesa - Portugal National Anthem)
SOMOS SELEÇÃO, FORÇA PORTUGAL!!!!!!!
Love from Indonesia :*
Selasa, 11 September 2012
Rabu, 07 September 2011
“Petting Mau, Tapi Takut Hamil..!”
Penulis: T. Tjahyo Widyasmoro
Remaja dan perilaku seks bebas? Ah, kenapa lagi-lagi remaja yang disalahkan!
Padahal issue perilaku seks bebas dikalangan remaja sudah ada sejak bertahun-tahun lalu
– paling tidak begitu kata sejumlah survey. Menyimak potret muram perilaku sebagian kecil remaja, seperti kesaksian sejumlah konselor di lembaga swadaya masyarakat berikut.
Hati miris menonton tayangan berita “TKP”, disiarkan Trans 7 23 April 2009 silam. Salah satu beritanya tentang seorang gadis 18 tahun yg sedang hamil tua, terlantar dan akan segera melahirkan disebuah pos ronda di cirebon. Ia dihamili pacarnya yg kabur begitu mendengar kondisinya tengah berbadan dua.
56 % remaja kota Bandung pada rentang usia 15-24 tahun sudah melakukan hubungan seks – survey 25 messenger Jawa Barat terhadap remaja usia 15-24 tahun sebanyak 100 responden pada setiap kecamatan di kota
Gadis itu lalu dibawa ke klinik bersalin, beruntung jabang bayi bias lahir dengan selamat dan normal. Tapi beberapa waktu kemudian, sang ibu ternyata malah kabur lewat jendela klinik dan meninggalkan putranya begitu saja.
Berita itu mungkin mengingatkan kita pada penggrebekan sebuah klinik aborsi di kawasan Jln. Percetakan, Jak-Pus, Februari 2009 lalu, kata polisi klinik tsb mengaborsi 1.000 janin per tahun. Sekali aborsi ongkosnya Rp. 1 – 5 Juta, murah? Yeap, karena itulah pasiennya konon sebagian adalah remaja.
Kebanyakan Petting
Antara remaja dan pergaulan bebas, sering membuat orang tua merasa was-was. Memang ini bukan cerita baru, karena pergaulan bebas dikalangan generasi belia ini sudah jadi kekhwatiran sejak puluhan tahun lalu, mungkin bedanya orang tua zaman sekarang layak utk lebih khawatir lantaran anak-anak remajanya menerima banyak informasi tanpa bias di control. Lewat film, game, internet, termasuk media massa. Yg ditakuti apalagi kalau bukan pornografi.
Bonita Merlina (25), seorang konselor dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DKI Jakarta membenarkan ahwa banjirnya sumber-sumber pornografi bias memicu remaja untuk melakukan hubungan seks. Terutama film porno yg dapat membuat remaja yg menontonnya menjadi terangsang lalu penasaran ingin meniru aksi para actor dan aktrisnya.
Remaja menonton film-film ‘begituan’ bisa berbarengan atau hanya berdua saja sama teman atau pacar. “Kebanyakan terus dilanjutkan having sex sama pacar, mantan pacar, pokonya orang-orang dilingkungan itulah,” tutur Boni, panggilan akrab Bonitha berdasarkan pengakuan para remaja itu kepadanya.
Akrabnya sebagian kaum remaja kita dengan aktivitas seksual itu terkuak juga dari pertanyaan-pertanyaan mereka kpd PKBI lewat jalur hot-line atau layanan masalah remaja lewat telepon. Pertanyaan remaja umumnya seputar alat kontrasepsi dan kehamilan. Misalnya, “Apakah saya bisa hamil?” Mereka khawatir hamil karena misalnya habis berciuman dengan pacar, saling pegang alat kelamin atau dengan nama lain dikenal dengan sebutan Petting.
Karena aktivitas seksualnya remaja juga bisa takut terkena penyakit kelamin atau malah HIV. Walau ada juga sebagian yg lain malah menggampangkan, mereka yakin kalau petting tidak bakal bikin hamil. “Kan penis tidak masuk ke vagina!” begitu Boni menirukan argumentasi para remaja itu. Tentu saja, keyakinan tsb tidak sepenuhnya benar.
Banyak remaja ber-petting ini juga diakui Kodariah (35) konselor di Yayasan Kita dan Buah Hati (YKBH) di Jakarta. Petting terjadi karena mereka kepingin having sex tapi takut hamil. Akhirnya beraninya cuma berhubungan diluar saja, seperti menyentuh alat kelamin pakai jari (Fingering –Red), meraba-raba, mencium, atau mengisap (Blow Job –Red). Istilah-istilah mereka seperti Kissing, French kiss, cupang, atau grepe (memegang alat kelamin.
Aktivitas seksual itu tidak melulu dilakukan sama pacar. Bisa sama teman atau “teman tapi mesra” alias TTM-nya. Sekedar memuaskan rasa penasaran atau having fun saja. “Mungkin tidak semua orang mengartikan kearah seksual, tapi dalam beberapa kasus yg masuk ke kami, mereka mengakui aktivitas seksual bersama TTM-nya itu,” kata Kodariah.
Ia malah pernah mendengar pengakuan, seorang siswi SMU di Jakarta mau melakukan itu dengan lima orang lelaki yg semuanya cuma berstatus teman. Alasannya, “Kalau sama Pacar tetap berusaha tampil bersih, kak!” Entah, apa maksudnya. Kelima cowok itu tidak diajak sekaligus, tapi bergantian. Semuanya cuma petting, tidak lebih dari itu.
Problem Seks Anak Ingusan
Dari temuan lembaga-lembaga konseling remaja, aktivitas seksual sudah terjadi pada usia sangat muda, yaitu SD. Temuan ini bisa jadi sangat kasuistis dan sifatnya masih coba-coba. Tapi kita patut prihatin, jika pernah didapati seorang anak kelas 5 SD kena penyakit menular seksual gara-gara berhubungan seks dengan PSK. Anak –anak itu mengaku mengenal pornografi dari film dan permainan game.
Pada usia masih ‘ingusan’ ini kasus terbanyak adalah masturbasi. Mitos di kalangan anak-anak, kalau sering masturbasi akibatnya dengkul akan kopong (kosong –Red).
“Tapi bukannya malu kalau disebut begitu, malah jadi kebanggaan,” ungkap Ela Fatimah, relawan di PKBI DKI Jakarta. Sejauh Ela menelusuri, ternyata rangsangan itu bisa berasal dari orang dekat. Mereka sering melihat kakak perempuannya yg ganti baju atau rok yg tersingkap.
“Tapi bukannya malu kalau disebut begitu, malah jadi kebanggaan,” ungkap Ela Fatimah, relawan di PKBI DKI Jakarta. Sejauh Ela menelusuri, ternyata rangsangan itu bisa berasal dari orang dekat. Mereka sering melihat kakak perempuannya yg ganti baju atau rok yg tersingkap.
Seorang anak kelas 5 SD pernah mengaku ke YKBH, ia pernah bermasturbasi bersama teman-temannya. Istilah mereka: “Ayo, main panjang-panjangan!”, dengan media sabun mandi. Bersama teman-temannya ini mereka juga sering nonton film porno. “Nih, gue kasih Rp. 10.000 kita nonton bokep (Film Biru ; Porno –Red) di rumah,” kata salah seorang anak yg jadi bos-nya, seperti diungkap Kodariah.
Ela pernah dihubungi seorang siswa SMP untuk menanyakan cara menghentikan masturbasi karena dia merasa sudah over. Bisa tiga kali sehari. Menurut pengakuan anak itu, awalnya ia sengaja melakukannya, tapi akhirnya ketagihan dan sulit utk mengontrol. Tanpa rangsangan pun ia tetap berkeinginan untuk bermasturbasi.
Tanda Bukti Cinta
Pada sebagian remaja, ada juga yg sudah mencoba-coba melangkah lebih jauh, yaitu melakukan Penetrasi penis ke vagina. Dari keluan yg masuk ke YKBH, mereka yg melakukannya umumnya pelajar SMU. “Ada pengakuan kalau hal-hal semacam ini sudah menjadi hal biasa bagi mereka, bahkan ada yg melakukannya sampai seminggu tiga kali” Kata Kodariah miris.
Hubungan bisa dilakukan pribadi, yg artinya berdua saja. Tapi ada pula yg melakukannya bersama teman-teman lain. Hubungan beramai-ramai ini biasanya terjadi di rumah salah seorang diatara mereka yg kebetulan sedang sepi. Mereka ngumpul, alasannya belajar bersama atau mengerjakan tugas. Padahal acara bisa melenceng jadi nonton film porno atau doing another negative thing. Hmm..
Karena bersama-sama, kadang mereka idak bisa menghindar utk menyaksikan sesamanya berhubungan seks. Tidak ada rasa sungkan dalam kelompok itu. Kodariah malah pernah mendengar seseorang diantara mereka bisa-bisanya berkomentar “Wah, kalau cewek gue payah. Gue udah hot, dia belum panas.” Menurut Kodariah ini pertanda kalau mereka sudah tidak malu-malu lagi. Wah.. wah.. wah..
93,7 % responden pernah berciuman, petting, oral sex dan 62,7 % responden SMP lose Virginity – survey Komnas perlindungan Anak dengan 4.500 sampel di 12 kota besar tahun 2007-2008
Alasan berhubungan seks pada sepasang remaja yg berpacaran biasanya sebagai tanda bukti cinta diantara mereka. “Katanya untuk buktiin, kalau aku beneran sayang sama dia,” Kata Kodariah mengutip pengakuan klise seorang gadis. Karena itu dalam berbagai seminar, dr. Boyke Dian Nugraha, dokter dan seksolog secara berseloroh sering menyarankan agar para remaja putri cukup memberi tanda bukti cinta berupa kwitansi saja, tidak usah pakai hubungan seks segala!.
Hubungan seks memang dilakukan secara pribadi, tetapi pengaruh kelompok pertemanan (Peer Group) bisa dominan. Ada yg melakukannya karena terpengaruh lingkungan atau agar dapat diterima dalam kelompok tersebut, bahkan menjadi ajang unjuk gigi. Yeap, unjuk gigi disini bukanlah membicarakan soal prestasi melainkan pe-label-an atau pemberian cap ‘gaul’ atau tidaknya mereka.
Memang didorong rasa gengsi, tetapi habis melakukannya tetap saja mereka takut hamil. Dengan pemahaman yg minim tentang alat kontraepsi, beberapa remaja mengaku meminum pil KB untuk pencegahan, pil tsb didapat dengan cara membeli, tapi tidak jelas dimana mereka membeli dan soal keasliannya.
Ada juga yg melakukan cara-cara konyol biar tidak hamil. For examples, Minum minuman soda berkarbonasi, membalurkan cream tertentu di alat kelamin, makan nanas atau buah-buahan lain yg rasanya asam, minum pil peluruh, membuang sperma tdk didalam vagina saat pria ejakulasi, loncat-loncat dan mandi bersih dengan menggosok atau menyemprotkan alat kelamin dengan air. Harapannya sperma yg sudah terlanjur masuk bisa bersih atau mati.
Orang Tua Cuek
Para remaja rupanya tidak pernah kesulitan mendapat tempat untuk melakukan aktivitas seksual. Simak pengakuan salah seorang remaja kpd YKBH: “Kalau cuma ciuman, french kiss, itu sih di sekolah juga masih berani. Tapi kalau petting atau having sex, sebagian besar dilakukan dirumah.”
Rumah yg kosong karena orang tua pergi is definitely heaven for them! Apalagi kalau ortu sudah acuh tak acuh terhadap apa yg diperbuat anak-anaknya. Kodariah pernah mendengar pegakuan dari seorang siswa kelas 2 SMP yg pernah melakukan hubungan seksual dirumah, di ruang televisi! Rupa-rupanya rumahnya sudah sedemikian sepi hingga hal tsb sampai dapat dilakukan di ruang yg notabennya adalah ruang keluarga (Ruang terbuka, yg bukan kamar -Red).
Boni membenarkan dari kasus-kasus yg ditanganinya, hubungan seksual umumnya erjadi dirumah, rata-rata karena orang tua bekerja. Selain itu ada juga yg orang tuanya tidak care. Ada teman yg main kerumah terus masuk ke kamar, tapi si orang tua cuek saja.
Sarjana psikologi lulusan UPI YAI ini juga prihatin karena ada anak yg justru mengenal seks dari kecerobohan orang tuanya sendiri. Seperti, jika orang tua lalai menutup atau mengunci pintu kamar saat berhubungan badan. Bisa juga karena sekat antara dinding kamar yg tidak memadai, sehingga si anak dapat mendengar “uh-oh”-nya orang tua saat beraktivitas seksual. Hal-hal semacam ini tentu dapat berpengaruh pada anak.Ada sebuah kasus, ungkap Kodariah, seorang siswi SMP ternama di Jakarta selatan sempat di-skorsing gara-gara ketahuan berciuman pada acara pentas seni di sekolahnya. Dari sana muncul pengakuan dari teman-temannya dia sering melakukan itu. Mengajutkan lagi, untuk memuaskan hasrat seksualnya, siswi itu ternyata sering menawar-nawarkan payudaranya kepada teman-teman lelakinya. Kalau mau melihat tarifnya Rp. 5.000, pegang-pegang doang Rp. 10.000.
Bukan lantaran tidak mampu siswi itu berbuat demikian. Ia pulang-pergi kesekolah pakai mobi mewah. Setelah ditelusuri lebih jauh, ia melakukannya karena telah kehilangan figur seorang ayah. Orang tuanya bercerai dan ayah kini tidak diketahui lagi keberadannya. Kalau sudah begini, siapa mau disalahkan?.
Artikel ini saya kutip dari:
Intisari (Kompas Gramedia) Edisi Juni 2009
“Seks di Usia 15” dengan sedikit edit dan penambahan
Semoga share ini berguna untuk menambah wawasan dan membuka jendela pikiran pembaca
tentang issue dan fenomena memprihatinkan yg terjadi di negara kita ini.
Langganan:
Postingan (Atom)